UU Pemilu Berpotensi Buntu, Perlu Komunikasi Intens Parpol

Rabu, 11 Januari 2017 | 22:57
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Zainuddin Amali

INDOPOS.CO.ID- Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Zainudin Amali secara resmi dilantik sebagai Ketua Komisi II DPR RI mengantikan Rambe Kamarulzaman.

Setelah mendapat tugas baru, Zainudin pun mengaku siap melaksanakan program-program sebelumnya yang sudah disusun. Seperti Rancangan Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dibahas di Pansus Pemilu.

"Kita ingin mempercepat. Kenapa? Karena penyelengara pemilu yang nanti akan bertugas baik itu Pileg dan Pilpres  bekerja secara  bersamaan pada tahun 2019.   Maka itu kami akan memberikan waktu yang seluas-luasnya," katanya kepada indopos.co.id di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/1).

Jadi, kata Zainudin, semakin cepat UU ini diselesaikan, maka semakin banyak waktu untuk penyelengara pemilu mempersiapkan pelaksaan pemilu pada 2019.

"Saya kira masih sempat waktu 24 bulan atau 2 tahun itu cukup menurut kami. Kami targetkan Maret, April atau paling lambat bulan Mei,  masih terkejar pelaksanaanya," tandasnya.

Terkait kemungkinan terjadi deadlock terhadap pembahasan RUU Pemilu, yakni  banyak pasal krusial yang akan menjadi perdebatan, dari soal ambang batas parlemen (ParliementaryThreshold) ataupun syarat pengajuan presiden atau presidensial threshold hingga soa sistem pemilu terbuka atau tertutup, lanjut Zainudin, hal itu harus diselesaikan lewat perundingan pimpinan partai.

"Kalau masih ada hal yang krusial sebaiknya diantara pimpinan partai yang ada di DPR bisa membuka komunikasi untuk mengatasi apabila muncul kebuntuan. Disitulah diperlukan komunikasi politik yang intens," tambahnya.

Diketahui pada hari Selasa (10/1). Zainudin Amali telah dilantik menjadi Ketua Komisi II DPR oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan disaksikan beberapa anggota Komisi II DPR.

"Dengan penetapan Ketua Komisi II Zainudin Amali,kami meminta persetujuan," ucap Fadli yang memimpin pergantian Ketua Komisi II di ruang kerja Komisi II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta.

Fadli mengatakan, komposisi pimpinan Komisi II saat ini diisi oleh Zainudin Amali sebagai Ketua, Ahmad Riza Patria Wakil Ketua, Lukman Eddy Wakil Ketua, dan Almuzzammil Yusuf Wakil Ketua.

"Untuk itu kami selaku pimpinan rapat apa yang telah saya sampaikan telah disetujui?," tanya Fadli yang dibarengi ucapan setuju oleh anggota Komisi II yang hadir. (dil)

Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%