PDIP Tidak Selektif Tentukan Cagub

Kamis, 12 Januari 2017 | 13:45
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Cagub-Cawagub DKI Jakarta

INDOPOS.CO.ID - Kasus penistaan agama yang membelit Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi pelajaran berharga bagi PDI Perjuangan. PDI Perjuangan diminta untuk hati-hati dan lebih selektif lagi sebelum mengusung calon yang akan diusung di pilkada.

"Sebagai Parpol besar, PDIP sepatutnya lebih selektif dalam menentukan calon yang akan diusung. Jika salah langkah seperti ini, tentu PDIP sendiri yang rugi," kata Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga, Rabu (11/1).

Menurut Rico, sepantasnya PDIP menyadari dampak buruk yang akan diterimanya apabila terus ngotot mencalonkankan Ahok. Selain tidak didukung mayoritas kader banteng di Ibukota, sebelum kasus penistaan agama mencuat, Ahok juga kerap bolak-balik diperiksa aparat penegak hukum dari beragam kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat.

Padahal, kata Rico, PDIP tidak miskin kader alias memiliki sederet kader mumpuni yang layak dicalonkan sebagai DKI-1 serta berpotensi besar memenangi pertarungan Pilgub DKI 2017. Salah satunya Djarot Saiful Hidayat yang kenyang pengalaman politik dan terbilang sukses membangun Kota Blitar selama dua periode. ‎

Sementara itu, calon gubernur DKI Jakarta, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama, mengaku tidak tahu menahu apakah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan membantu kampanyenya atau tidak. 

Ia bahkan menanggapi pertanyaan wartawan yang menanyakan tentang hal itu dengan guyonan. "Dari kemarin juga sudah turun gunung, emang tinggal di gunung," kata Ahok.

Beberapa hari lalu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ikut ambil bagian dalam kampanye yang digelar pasangan cagub-cawagub nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, di Kampung Akuarium dan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (8/1/2017). (wok)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%