GMPG Bela Aburizal Gulingkan Novanto

Kamis, 20 April 2017 | 23:16
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi. Kabar Oke
INDOPOS.CO.ID - Sikap pembelotan yang dilakukan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) mendapat pembelaan dari Generasi Muda Partai Golkar. Tidak hanya itu, mereka juga mendorong penggulingan Setya Novanto selaku ketua umum partai berlambang pohon beringin. Mekanismenya melalui evaluasi dengan digelarnya kembali Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). 
 
Ketua Generasi Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan, sikap Ical bukan sebagai pembelot tapi justru dianggap sejalan dengan sikap GMPG (Generasi Muda Partai Golkar) yang sejak awal menolak partai berlambang pohon beringin mendukung Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat pada pilkada DKI Jakarta. 
 
"Dukungan (Ical, red) tersebut melanjutkan sikap yang ditunjukkan sebelumnya oleh para tokoh Golkar lain, seperti Pak JK (Jusuf Kalla, red) Mbak Titiek, Bang Fadel dan beberapa kader lain yang tidak sependapat Golkar memberikan dukungannya kepada Ahok," ujarnya kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (20/4).
 
Doli menilai, dukungan Golkar kepada Ahok telah mengingkari karakter partai kuning sebagai partai nasionalis-religius. Dukungan kepada Ahok lebih karena kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu di DPP Partai Golkar. 
 
"Sekarang sudah terbukti bahwa pilihan Golkar itu salah besar," tandasnya.  
 
Menurutnya, tepat bila kemudian muncul wacana evaluasi kepemimpinan Partai Golkar saat ini. Dia pun mendorong adanya Munaslub. "Salah langkah dalam mengambil sikap dan posisi politik serta membawa Golkar pula termasuk partai yang tak dipercaya publik. Munaslub sudah harus di depan mata," ucap Doli. 
 
Sementara, Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mengaku, evaluasi memang perlu. Oleh sebab itu, Partai Golkar akan melakukan evaluasi internal atas hasil pilkada DKI Jakarta. Kendati demikian, kekalahan pasangan calon yang diusung partai berlambang pohon beringin di pilgub DKI Jakarta tidak perlu disesali, karena paslon yang unggul berdasarkan hasil hitung cepat adalah pilihan masyarakat.
 
"Ini kenyataan yang harus kita lihat bahwa inilah pilihan rakyat, hati nurani," tukasnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (20/4).
 
Terpisah, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono justru mengimbau kepada seluruh kader agar tidak menghabiskan energi untuk mengevaluasi kepengurusan yang dipimpin Setya Novanto. Lebih baik, Golkar jaga kekompakan dan konsentrasi menghadapi agenda politik 2018 dan 2019.
 
“Banyak agenda-agenda nasional yang akan dihadapi Partai Golkar seperti pilkada 2018, pilpres dan pileg. Jadi, lebih baik kita jaga kekompakan, gak usah cari-cari siapa yang salah. Kita harus legowo, jaga kekompakan,” kata Agung, kemarin. 
 
Terlebih lagi, sambung Agung, jangan sampai ada wacana Munaslub kembali. Pasalnya, keputusan yang diambil DPP Partai Golkar seperti penetapan calon gubernur, calon bupati, calon walikota telah diproses secara demokratis.
 
“Jadi harus dipatuhi, harus loyal pada putusan baik oleh pengurus, dewan pembina, kader, dewan kehormatan, dewan pakar dan harus menjadi contoh ke bawah. Sehingga Partai Golkar bisa pertahankan hasil pilkada bulan 2015 lalu,” kata mantan Ketua DPR itu.
 
Sebelumnya, Partai Golkar segera memanggil Ketua Dewan Pembina partai berlambang beringin, Aburizal Bakrie (Ical). Tujuannya, guna membahas secara internal soal langkah pembelotan mantan ketua umum sebelum Setya Novanto itu di pilkada DKI Jakarta.
 
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan, DPP Partai Golkar jelas menyoal kehadiran Ical ke rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk merayakan kemenangan paslon Anies-Sandi. 
 
Idrus mengaku, langkah yang diambil Ical itu akan dibahas di internal partai. Sebab, Partai Golkar sejauh ini konsisten mendukung satu pasangan calon yakni, Ahok-Djarot.
 
"Saya kira nanti akan kita bicarakan di internal Golkar karena seperti biasa Partai Golkar hanya mendukung satu paslon," ungkapnya saat ditemui di perhitungan Ahok-Djarot di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (19/4). (aen)
Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%