Real Count Kuatkan Posisi Anies-Sandi

Jumat, 21 April 2017 | 11:32
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Setelah lembaga survei merilis hasil hitung cepat atau quick count. Kini giliran Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merilis data hasil pilkada putaran kedua pemilihan Gubernur DKI Jakarta, berdasarkan entry data model C1 atau hasil scan pemungutan suara dari tempat pemungutan suara (TPS). Hasilnya, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) unggul jauh mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Setelah data masuk 100 persen, pasangan yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut meraih 3.240.379 suara atau 57,95 persen. Sementara pasangan Ahok-Djarot mengantongi 2.351.438 suara atau 42,05 persen.

Total suara sebesar 5.591.817 berdasarkan hasil pemungutan suara di 13.034 TPS. Hasil real count ini sudah ditampilkan dalam laman https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/2/t1/dki_jakarta. KPU DKI direncanakan baru akan menggelar rekapitulasi, penetapan dan pengumuman hasil penghitungan suara tingkat provinsi pada 29 April-6 Mei 2017. Kemudian penetapan pasangan kepala daerah terpilih pada 5-6 Mei 2017. Jadwal tersebut jika tidak ada permohonan perselisihan hasil pemungutan suara.

Sementara itu, kemarin pagi, Anies menyambangi Ahok di Balai kota DKI.  Gubernur DKI Jakarta ‎itu tiba terlebih dahulu di Balai Kota, yakni sekitar pukul 07.15 WIB. ‎Mantan Bupati Belitung Timur tersebut langsung menemui warga yang mengadu kepadanya.

Sementara, Anies datang sekitar pukul 07.30 WIB. Kendati demikian, Ahok tidak sempat menyambut kedatangan Anies karena tengah melayani warga. Setelah itu, Ahok menyusul Anies. Keduanya berjabat tangan dan saling melempar senyum.

Pertemuan Ahok-Anies dilakukan secara tertutup di ruang tamu Balai Kota. Pertemuan keduanya ‎berlangsung selama sekitar setengah jam. Usai pertemuan, keduanya mengaku membicarakan program untuk DKI Jakarta selanjutnya. "Kami melihat ada perubahan dan kami berbicara bagaimana program-program yang sudah direncanakan," kata Anies.

Setelah itu, Ahok langsung ke Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menjalani persidangan. Ini adalah kali pertama pertemuan Anies-Ahok setelah Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua.

Selanjutnya, kemarin malam, Anies mendatangi posko relawan 'Rumah Perubahan Ali Sadikin' di Jalan Borobudur, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Usai menjadi imam salat magrib, Anies menyalami puluhan relawan yang hadir, serta melayani permintaan foto bersama.

Saya dadakan datang ke sini. Karena enggak ingin (menyampaikan terima kasih, Red) lewat telepon," ujarnya.

Selain itu, Anies juga berjanji akan mendatangi para relawan lainnya, untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kepada pimpinan tim relawan Boy Bernadi Sadikin dan seluruh relawan, mantan Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan ini juga meminta agar tetap bekerja mengawal proses rekapitulasi hingga KPU DKI menetapkan hasil Pilgub DKI, yang direncanakan digelar Mei mendatang. Selain itu, Anies juga mengajak para relawan untuk tidak memperpanjang perbedaan pilihan di tengah masyarakat. Karena saat ini, tahap pemungutan suara sudah selesai.

Saat ini, menurutnya, waktu untuk merajut kembali persatuan, demi mengawal harapan seluruh masyarakat Jakarta. "Insya Allah aspirasi bisa selamat. Jangan selip di jalan. Memperbaikinya sulit sekali," ucap Anies.

Di tempat yang sama, Boy juga menyampaikan terima kasih kepada Anies karena telah dipercaya menjadi ketua relawan Anies-Sandi. "Nantinya pesan saya sampaikan ke teman-teman relawan lain," tutur mantan ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta tersebut.

Sementara itu, Program Anies-Sandi tentang program kepemilikan rumah tanpa uang muka atau door payment (DP) nol persen di DKI memperoleh sambutan positif. Setidaknya, para pemilih di pilkada DKI Jakarta putaran kedua pun mencoblos Anies-Sandi sehingga mengalahkan pasangan petahana Basuki T Purnama-Djarot S Hidayat.

Namun, pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Berly Martawardaya mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperketat penerbitan kartu tanda penduduk (KTP) jika kelak Anies-Sandi mewujudkan program andalannya itu. Hal itu untuk seleksi agar warga di luar DKI tidak membeli rumah di wilayah ibu kota dengan memanfaatkan program DP nol persen.

Menurutnya, bukan tidak mungkin masyarakat di daerah yang baru tinggal di Jakarta ingin mempunyai rumah juga di wilayah DKI. “Pengetatan pembuatan KTP,” ujar Berly dalam diskusi bertema ‘Tantangan Mewujudkan Perubahan dan Rekonsiliasi’ di Cikini, Jakarta, Kamis (20/4).

Menurut Berly, Pemprov DKI Jakarta tidak mungkin memberikan semua rumah kepada warga yang baru tinggal di wilayah iby kota. "Kalau yang datang 500 ribu orang ya sangat berat buat dikover APBD DKI," katanya.

Selain itu, Berly juga meyakini program rumah tanpa DP itu tidak akan bisa diterapkan pada 100 hari pertama kepemimpinan Anies-Sandi di DKI. Pasalnya, APBD DKI 2017 Jakarta sudah diketok palu dan masih menggunakan program-program yang disusun era Basuki-Djarot.

Paling cepat, katanya, program rumah tanpa DP baru bisa direalisasikan pada 2018. ”Paling tahun depan, justru kalau dipaksa akan sangat jelek," pungkasnya.

Sebelumnya Anies mengatakan, skema program rumah tanpa DP adalah menabung di Bank DKI selama enam bulan. Tabungan selama enam bulan itu sebagai pengganti DP yang nilainya mencapai 10 persen dari harga rumah. "Jadi menabung dulu di bank selama enam bulan yang tabungannya bisa nilainya sampai sepuluh persen. Dari situ dihargai sebagai pengganti DP-nya," tutur Anies beberapa waktu lalu.

Untuk cicilan jangka panjangnya bisa mencapai 30-35 tahun. Program itu hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP DKI Jakarta. (gir/cr2/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%