Pengamat Butuh Waktu untuk Lengserkan Setnov

Jumat, 11 Agustus 2017 | 19:20
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti.

INDOPOS.CO.ID - Ditetapkannya Setya Novanto (Setnov) menjadi tersangka kasus proyek e-Ktp memancing beberapa kader Golkar meminta dengan tegas Setnov untuk menanggalkan jabatan ketua umum.  Setelah Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) kemudian Ahmad Doli Kurnia, serta dewan penasehat Akbar Tandjung mendesak Setnov turun tahta, putri Presiden kedua Indonesia, Titiek Soeharto,  juga menyuarakan hal  yang sama.

 
Namun demikian, menurut pengamat politik Ray Rangkuti sekaligus Ketua Lingkar Madani (Lima) apa yang diaspirasikan Titiek, AT serta Doli masih kecil.
 
"Kelompok ini masih butuh waktu yang cukup untuk terus menerus mendalaminya," ucapnya di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).
 
Ray berujar kedudukan Setnov dalam Partai Golkar dengan dukungan dari para anggota partai yang lain masih kuat.
 
Akan tetapi, seandainya Setnov yang sekarang statusnya masih tersangka KPK kemudian lembaga antirasuah itu melakukan penahanan, barulah Setnov bisa dijungkalkan dari kursi pimpinannya.
"Kalau Setnov ditahan oleh KPK itu akan beda cerita," jelas pendiri  Lima itu.
 
Ray berpendapat, KPK tidak memandang apakah dia Ketua umum partai maupun ketua DPR. 
 
"KPK akan memandang jika pertama apakah dia melarikan diri, kedua apakah dia memusnahkan dokumen, lebih pada itu, kemudian dia (Setnov) kooperatif atau tidak. Itu  pertimbangannya," terangnya.
 
Kemudian berkaca dari masa lalu KPK juga tidak memandang pejabat yang masuk dalam radar KPK.
 
"Kalau sekarang ini KPK sudah lima enam tahun ini datar-datar saja. Menteri sudah berapa yang ditahan KPK?" pungkasnya. (jaa)
 
Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%