Lanjutkan Kasus Viktor Laiskodat, MKD Tunggu Sikap Polisi

Kamis, 07 September 2017 | 09:56
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Politisi Nasdem Viktor Laiskodat

INDOPOS.CO.ID - Kasus dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh politisi Nasdem Viktor Laiskodat nampaknya akan berlanjut. Pasalnya, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI akan mengecek perkembangan laporan terhadap Viktor di Badan Reserse Kriminal  (Bareskrim) Polri.

 “Hari Senin (11/9) nanti, ke Bareskrim. Kami mau lihat statusnya (Viktor Laiskodat) bagaimana di sana,” kata Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Rabu (5/9).

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, untuk saat ini MKD belum akan memanggil pihak-pihak untuk dimintai keterangan. Menurut Sufmi, MKD masih melihat perkembangan pelaporan terhadap anak buah Surya Paloh di Partai Nasdem itu di kepolisian. “Kami tidak panggil dulu. Kalau polisi tidak menangani, ya kami harus tarik dong,” ujarnya.

Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Nizar Zahro, selaku pihak yang turut melaporkan Viktor ke Bareskrim Polri pun meminta agar kasus ini tak berhenti di tengah jalan.

 Menurut anggota Fraksi Gerindra yang duduk di Komisi V DPR RI ini, Viktor diduga kuat  melakukan pencemaran nama baik karena menyudutkan Partai Gerindra dan tiga partai lainnya, PKS, PAN dan Demokrat.

"Kalau kasus hukum ini tidak diproses, maka orang akan mudahnya melakukan fitnah. Jadi ini harus menjadi efek jera," ucap Nizar melalui pesan singkatnya kepada INDOPOS.

Tak hanya di kepolisian, Nizar juga berharap MKD segera memproses laporan yang sudah masuk atas dugaan pelanggaran etik selaku anggota DPR. "Pastinya MKD juga harus kita desak untuk bergerak cepat memprosesnya," tambahnya menambahkan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Viktor menuding empat partai secara eksplisit yakni Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai yang mendukung kelompok ekstremis, pendukung khilafah dan karena itu tidak boleh didukung. Bahkan, keempat partai tersebut disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965 yang Iayak dibunuh.

Selain itu, saat berpidato di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa 1 Agustus 2017, Ketua Fraksi Nasdem di DPR ini mengajak hadirin untuk tak memilih calon kepala daerah atau calon legislator dari keempat partai itu. (dil) 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
100%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%