Bela Doli Kurnia, Praktisi Hukum Muda Indonesia Siapkan Tim

Kamis, 07 September 2017 | 22:41
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ahmad Doli Kurnia. Foto: Eramuslim

INDOPOS.CO.ID - Pemecatan Ahmad Doli Kurnia, penggagas Gerakan Golkar Bersih dari keanggotaan Partai Golkar merupakan tindakan yang menunjukkan inkonsitensinya pimpinan partai tersebut dalam upaya pemberantasan korupsi yang merupakan agenda besar Presiden Joko Widodo dalam menjalankan pemerintahannya. Hal ini sangat ironi, salah satu alasan dipecat disampaikan di berbagai media massa karena demo di KPK, Komisi Yudisial dan mendatangi Mahkamah Agung RI untuk klarifikasi dalam kasus mega korupsi KTP-el yang menjadikan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menjadi salah satu tersangka dalam kasus tersebut.

"Apa yang kami lihat dan ikuti diberbagai media massa pada Gerakan Golkar Bersih dimotori oleh Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menurut pikiran kami adalah langkah anak muda Indonesia yang patut menjadi contoh teladan dalam kegigihannya menciptakan kondisi yang logis dalam upaya 'melawan korupsi' yang tidak hanya berimplikasi di internal Partai Golkar itu sendiri namun kami yakini memiliki implikasi yang luar biasa luasnya dalam cipta kondisi perbaikan besar bagi bangsa dan negara Indonesia yang sedang dalam level terburuk sebagai negara korup dan dalam nawacita-nya Presiden Joko Widodo menjadi target utama pemerintahan yang dipimpinnya adalah pemberantasan korupsi," kata Ketua Umum DPP Praktisi Hukum Muda Indonesia, Sahril Harahap, SH melalui keterangan tertulisnya kepada indopos.co.id, Kamis (7/9).

Pemecatan Doli dari keanggotaan Partai Golkar, lanjut dia, menunjukkan secara kasat mata bahwa oknum petinggi partai berlogo pohon beringin itu diduga tidak memiliki ketokoham dan kekokohan landasan moral dalam pengendalian diri ketika ia menjalankan amanah yang diembannya "Inilah salah satu penyebab dan hambatan-hambatan serta kendala yang dihadapi oleh bangsa dan negara Indonesia dalam memberantas korupsi," ujar Sahril.

Senada dengan Sahril, Sekretaris Jenderal DPP Praktisi Hukum Muda Indonesia Adherie Z Sitompul, SH, MIP. CLA mengatakan, Doli Kurnia merupakan elemen masyarakat yang memiliki idealisme, keberanian untuk mengungkap segala penyimpangan-penyimpangan secara jujur, objektif dan kritis terhadap tatanan yang ada disertai dengan keyakinan yang penuh terhadap prinsip-prinsip keadilan, tidak hanya di internal namun juga diluar Partai Golkar.

"Praktisi Hukum Muda Indonesia sebagai organisasi yang beranggotakan para advokat serta praktisi hukum mendukung serta siap memberikan pembelaan dan bantuan hukum kepada Ahmad Doli Kurnia dari upaya pembunuhan karakter pemuda Indonesia yang concern memberantas segala tindak pidana korupsi," ujar dia.

"Keinginan kami yang tergabung didalam organisasi Praktisi Hukum Muda Indonesia dalam memberikan pembelaan dan bantuan hukum kepada Ahmad Doli Kurnia, karena perjuangan Doli ini merupakan kesamaan langkah maupun tujuan kami dalam menegakkan hukum secara adil dan konsisten sesuai dengan peraturan perundang-undangan maupun norma-norma yang berlaku khususnya pasal 4 ayat 2 UU Advokat dan 'perlawanan terhadap pemberantasan korupsi ini jangan menjadi suatu upaya yang tak berujung melainkan wajib menjadikan terwujudnya tujuan pemberantasan korupsi," tambah dia.

Pengurus Advokat dan Praktisi Hukum Muda Indonesia terdiri dari Muhammad Nur, Wahyuddin, SH. MH, Jeffri Yefta Mbolik, SH, Muhamad Fahri, Lulang, SH, Mulyadi, SH, Sutanto, SH. MH, Edi Dahlan, SH, Dahlan Lulang, SH, Jalal Wangsi, SH, Syamsul Ma’arif, SH.

Kemudian, Elyas M Situmorang, SH, Timbul Jaya, SH, Muhammad Taufik, SH, Hendi Okfiardi, SH, Adrian Mahdi Anugrah, SH, Jayadin Laoede, SH, Andi Setiawan, SH, Lisa Arsianty Nasution, SH, Johan Jauharin, SH, Ariefmen, SH,  Zulham Tajri Siregar, Spd. SH dan Thamren Siregar, SH. (rmn)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%