Survei LKPI: Pilgub Jatim Mengerucut pada Empat Tokoh Besar Ini

Rabu, 13 September 2017 | 23:08
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi. portaltiga.com

INDOPOS.CO.ID - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur pada 2018 mendatang, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) kembali menggelar survei untuk menakar keterpilihan para tokoh bakal calon gubernur Jawa Timur.  

Direktur Eksekutif LKPI, Chaerudin Affan mengatakan bahwa survei itu untuk menguji para tokoh di Jawa Timur dan nasional.

Mereka yang masuk radar survei ini adalah Wakil Gubernur petahana Saifullah Yusuf, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Matalitti, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Selain itu, ada juga Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Kepala Inspektorat Jatim Nurwiyatno, dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf yang dianggap pantas dan menjadi pilihan masyarakat Jawa Timur sebagai Gubernur Jawa Timur pada Pilgub 2018. 

"Hasil temuan survei menyatakan, La Nyalla Matalitti mendapat tingkat popularitas kedua dengan angka survei sebesar 78,1 persen, posisinya menyusul Khofifah Indar Parawansa dengan perolehan 78,3 persen, disusul oleh Tri Rismaharini, kemudian Saifullah Yusuf sebesar 77,6 persen," kata Affan dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (13/9).

Ia melanjutkan, perolehan hasil survei menunjukkan Abdullah Azwar Anas mendapatkan perolehan suara sebesar 63,7 persen. Kemudian Budi Sulistyono 61,3 persen, lalu Nurwiyatno 58,2 persen, dan Nurhayati Ali Assegaf 46,3 persen.

Kemudian, lanjut Affan, ditemukan bahwa masyarakat Jawa Timur lebih memilih La Nyalla sebagai tokoh yang dianggap pantas menggantikan posisi Soekarwo sebagai gubernur Jawa Timur, La Nyalla meraih perolehan suara sebesar 79,8 persen responden. "Sementara Tri Rismaharini sebesar 78,4 persen, Khofifah Indar Parawansa 77,8 persen, Gus Ipul meraih 76,3 persen dan Budi Sulistyono meraih 64,7 persen serta Abdullah Azwar Anas mendapat 62,7 persen," sebutnya.

Affan mengatakan, hasil survei terhadap masyarakat Jatim soal kemampuan para tokoh dalam mengatasi masalah ekonomi, mampu menciptakan pemerintahan yang bersih dan juga bebas korupsi kembali jatuh kepada Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Matalitti. "La Nyalla  Matalitti dipilih sebanyak 23,1 persen, disusul oleh Tri Rismaharini 19,2 persen, lalu Khofifah Indar Parawansa 18,3 persen dan Saifullah Yusuf 13,1 persen. Sementara tokoh lainnya, Budi Sulistyono 6,1 persen, Abdullah Azwar Anas 5,3 persen, Nurwiyatno 3,2 persen dan Nurhayati Ali Assegaf 1,8  persen," paparnya.

Affam mengatakan, dari keseluruhan hasil survei LKPI, menunjukkan kesimpulan bahwa hanya empat tokoh yang akan saling bersaing memperebutkan kursi panas Gubernur Jawa Timur nantinya. "Tapi waktu untuk para tokoh untuk meningkatkan keterpilihannya di hadapan publik masih sangat terbuka dengan melakukan sosialisasi," tegasnya.

Survei digelar sejak 25 Agustus hingga 5 September 2017 dengan mengunakan sampel sebanyak 1769 Responden yang ditarik dengan metode multistage random sampling dengan didasarkan pada populasi daftar pemilih tetap (DPT) di Jawa Timur saat Pilpres 2014. "Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,3 persen dengan tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen," tukasnya.

Pada survei LKPI sebelumnya, tepatnya pada tanggal 29 Juni 2017 lalu, La Nyalla Matalitti juga dinilai mampu mengatasi persoalan ekonomi keluarga masyarakat Jatim pada umumnya seperti ketersedian lapangan kerja, iklim usaha yang kondusif dan dukungan pemerintah provinsi Jawa Timur dalam sektor industri dan pertanian dengan memperoleh tingkat elektabilitas sebesar 13,1 persen mengalahkan Khofifah Indar Parawansa yang hanya mengantongi 12,3 persen, Saefullah Yusuf 11,2 persen. Pada waktu itu posisi La Nyalla dibawah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengantongi 20,2 persen. (aen)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%