GMPG: Revitalisasi Adalah Pemecatan Kader

Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:18
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ELITE: Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (ketiga dari kiri) bersama sejumlah pengurus lainnya. Foto: partaigolkar.co.id

INDOPOS.CO.ID - Pascaputusan praperadilan yang memenangkan Setya Novanto, DPP Partai Golkar mengambil langkah revitalisasi pengurus. Langkah ini dinilai memicu persoalan. Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menyebut bahwa revitalisasi adalah pemecatan kader, hanya redaksional saja yang diperhalus namun subtansinya tetap sama. 

"Pemecatan atau revitalisasi yang dimaksud tak lain hanya untuk mengamankan kepentingan pribadi Setya Novanto sebagai ketua umum partai Golkar, bukan untuk menyelamatkan partai Golkar dari serangkaian persoalan korupsi," kata Almanzo Bonara, anggota GMPG saat di Jakarta, Kamis (12/10).

"Kami tidak melihat adanya urgensi keputusan merevitalisasi pengurus dalam kaitanya untuk memulihkan citra partai sebagaimana yang diucapkan oleh elite DPP disaat skandal e-KTP masih terus melilit ditubuh partai Golkar," tambahnya.

Semangat revitalisasi, menurut Almanzo, hanya memecat dan menggeser para kader yang dianggap kritis mempersoalkan dan membongkar keterlibatan Setya Novanto dalam skandal korupsi e-KTP. Padahal, sambungnya, mereka adalah para kader potensial yang berfikir untuk kemajuan partai. 

Menurut GMPG, yang menjadi urgensi seharusnya adalah merevitaliasi kepimpinan baru partai Golkar yang bersih, yaitu dengan pergantian ketua umum partai melalui proses musyawarah nasional (Munas).
 
"Revitalisasi kepemimpian baru adalah kesempatan dan jalan terbaik bagi partai Golkar untuk membenahi kembali kondisi partai yang terpuruk akibat faktor korupsi sehingga ada kepercayaan diri bagi kader-kader," tegas dia.

Jika revitalisasi pengurus dilakukan dengan tujuan hanya untuk mendukung Setya Novanto pada posisi sebagai ketua umum, menurutunya, Golkar akan mendapat penolakan penuh dari masyarakat luas dan tentunya membawa partai kedalam jurang. (rmn)

Penulis : Ali Rachman Editor : Muhammad Izzul Mutho
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%