Sipol hanya Pendukung, Bukan Prasyarat Penentu Calon Peserta Pemilu 2019

Selasa, 14 November 2017 | 05:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Bambang Eka Cahya Widodo. Foto: Ali Rahman/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) memiliki banyak titik lemah. Dengan kata lain, langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menjadikan Sipol sebagai penentu kelanjutan partai pendaftar peserta Pemilu 2019 ke tahapan verifikasi administrasi tidak tepat.

"Cara yang terbaik bagi KPU saat ini adalah menggunakan Sipol sebagai pendukung, bukan alat pemutus yang utama," kata Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bambang Eka Cahya Widodo kepada INDOPOS, Senin (13/11).

Menurutnya, tahapan verifikasi partai politik baik administrasi maupun faktual merupakan tantangan tersendiri bagi penyelenggara dan pengawas karena melibatkan banyak dokumen dan prosesnya yang tak sederhana.

Oleh sebab itu, penggunaan Sipol adalah sesuatu yang wajar bahkan dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan dengan variabel dokumen dengan jumlah banyak tersebut.

Namun begitu, Sipol hanya bisa dijadikan alat pendukung, bukan prasyarat penentu calon peserta Pemilu 2019 dapat lanjut pada tahapan verifikasi administrasi. Ini lantaran Sipol mengandung banyak kelemahan seperti banyak dokumen yang diunggah namun kosong maupun dokumen palsu.

"Artinya, Sipol menghadapi masalah soal keandalan karena tidak bisa bedakan mana dokumen palsu, dan mana yang memang dibutuhkan untuk ambil keputusan," papar dia.

Diketahui, Bambang Eka Cahya Widodo yang dihadirkan sebagai saksi ahli dari Partai Idaman, Partai Bhinneka, dan Partai Rakyat dalam sidang penanganan dugaan pelanggaran administrasi pemilu di Gedung Bawaslu, pekan lalu. (rmn)

 

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
100%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%