Golkar Harus Solid, tapi Bukan untuk Membela Koruptor

Selasa, 14 November 2017 | 19:02
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. Foto: Dok

INDOPOS.CO.ID - Pasca penetapan Setya Novanto menjadi tersangka korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) oleh KPK untuk kedua kalinya, DPP Partai Golkar mengumpulkan pengurus 34 DPD Golkar dari seluruh Indonesia, akhir pekan lalu..
Para loyalis Novanto tengah bermanuver melepaskan ketua DPR itu dari jerat hukum dan tetap mempertahankannya sebagai ketua umum Partai Golkar.

"Kami ingin sampaikan bahwa pemerintahan Jokowi-JK saat ini sangat konsen dan menaruh perhatian yang begitu besar terhadap proses hukum dan penuntasan skandal korupsi KTP-el yang dipimpin oleh KPK. Jadi, tidak mungkin ada pembiaran terhadap para tersangka korupsi KTP-el, termasuk Setya Novanto yang mencoba lepas dari jerat hukum," tegas Almanzo Bonara, anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) di Jakarta, Selasa (14/11).
Oleh karena itu, ia berharap agar para pimpinan DPD I Partai Golkar tidak terjebak oleh opini-opini yang sesungguhnya bertabrakan dengan hukum dan memposisikan partai beringin berhadap-hadapan dengan negara.

"Kami meyakini bahwa para pimpinan DPD I Partai Golkar setanah air sangat rasional dan objektif menilai jalan terbaik untuk keluar dari kondisi krusial yang dialami Partai Golkar akhir-akhir ini," imbuhnya.

Partai Golkar memang harus tetap solid, bukan berarti solid untuk membela kepentingan koruptor. "Inilah yang menyebabkan partai ini semakin berjarak dan dijauhi oleh rakyat," terangnya.

Menurut dia, kasus KTP-el telah menaikkan tensi negatif publik yang begitu signifikan terhadap Partai Golkar. Hal ini berdampak bukan saja terhadap DPP Partai Golkar. Namun juga seluruh DPD Partai Golkar se-tanah air ikut merasakan secara langsung dampaknya.

Ia khawatir penolakan publik ini nantinya sangat mempengaruhi perolehan suara partai dalam kontestasi politik baik di tingkat nasional maupun lokal. "Sehingga kami menilai jalan terbaik untuk memulihkan kondisi partai saat ini adalah mendesak Setya Novanto segera mundur sebagai ketua umum Partai Golkar dan mendorong digelarnya Munas," pungkasnya. (rmn)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%