Ini Cara Golkar Bersih-Bersih

Kamis, 07 Desember 2017 | 12:59
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
PEMAPARAN: Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Ricky Tomasia (dua dari kanan) dan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Budiarso Teguh Widodo (kiri) pada Workshop Nasional Legislatif Partai Golkar Tahun 2017. Aen/indopos

INDOPOS.CO.ID - Partai Golkar memberikan warning kepada para kadernya di daerah.  Pasalnya, partai beringin berkomitmen mewujudkan efektivitas pengelolaan dana transfer ke daerah dan dana desa. Pengelolaan tersebut harus taat pada aturan dan jauh dari korupsi.

"Pengelolaan yang transparan, profesional, dan jauh dari korupsi merupakan perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Saya berharap para legislator Partai Golkar se-Indonesia dapat mempraktikkan penggunaan anggaran yang bersih," ujar Ricky Tomasia, Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar, di Jakarta, Kamis (7/12)

Menurutnya, para legislator Partai Golkar harus memiliki komitmen kuat terhadap penggunaan anggaran yang transparan dan tepat sasaran. Penggunaan anggaran tersebut harus jelas pergunaaannya, tujuan dan bentuk programnya.

Sementara itu, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Budiarso Teguh Widodo. Ia menyampaikan bahwa kebijakan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) adalah untuk meningkatkan pemerataan keuangan antardaerah, menciptakan lapangan kerja, dan mengentaskan kemiskinan.

Budiarso juga menjelaskan target sasaran dana alokasi khusus (DAK) fisik. Menurutnya, ada beberapa sasaran DAK fisik yang meliputi pendidikan, air minum, perumahan, kesehatan, jalan, irigasi dan pertanian, serta sanitasi."Untuk bidang kesehatan kita targetkan prasarana dan sarana rumah sakit dan puskesmas sebanyak 15.716 unit. Untuk alat kesehatan di rumah sakit ada 26.387 unit", jelas Budiarso dalam paparannya.

Terkait pengelolaan dana desa, Budiarso menjelaskan, prinsip pelaksanaan dengan menggunakan dana desa. "Prinsip pelaksanaan kegiatan yang didanai dana desa adalah swakelola, menggunakan tenaga kerja setempat, dan menggunakan bahan baku setempat," papar Budiarso. (aen)

Editor : Muhammad Izzul Mutho
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%