Pilkada 2018, Seru di Jateng

Kamis, 07 Desember 2017 | 17:49
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

INDOPOS.CO.ID - Dalam gelaran Pilgub Jawa Tengah 2018, PDIP belum mengumumkan rencana pencalonan kembali petahana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bahkan muncul spekukasi PDIP bisa jadi tidak mengusung kadernya tersebut, meskipun Ganjar telah mengantongi bekal elektabilitas yang perkasa (di atas 50%).

Jika itu yang terjadi, data Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny Ja mengungkapkan,  Pilkada Jateng 2018 akan membuka peluang terjadinya pertarungan  seru, setidaknya empat calon potensial yang sudah mulai rajin bergerilya. Mereka adalah Ferry Juliantono (Gerindra), Budi Waseso (Buwas) yang belakangan mulai  terdengar akan diusung PDIP,  Sudirman Said (Gerindra) dan Marwan Jafar (PKB). "Namun, dari data  hasil survei terbaru LSI, pertarungan sengit potensial terjadi antara Buwas dan Ferry Juliantono," ujar Peneliti Senior LSI Toto Izul Fatah saat dihubungi INDOPOS di Jakarta, Kamis (7/12).

Ia mengatakan, dalam simulasi head to head, Buwas dipepet tipis oleh Ferry dengan selisih 1 persen saja, yakni Buwas 12 persen dan Ferry 11 persen. Secara statistic, posisi elektabilitas yang tipis dalam margin of error seperti itu cukup sulit untuk bisa disebut siapa pemenangnya atau siapa yang lebih unggul. Sementara yang lainnya, Sudirman Said dan Marwan Jafar sebenarnya juga punya potensi yang sama untuk menyalip. Terutama, jika merujuk pada tingkat pengenalan keempat calon tersebut yang masih rendah.

"Itu artinya, baik Buwas, Ferry, Sudirman Said dan Marwan, sama-sama masih menyimpan modal yang bisa didongkrak agar lebih dikenal. Buwas misalnya, baru dikenal tak lebih dari 27 persen saja. Baik Buwas maupun Ferry sama-sama memiliki tingkat kepuasaan yang cukup tinggi, khususnya Ferry (70 persen).Yang buruk dan berbahaya itu, jika tingkat pengenalan tinggi, misalnya 90 persen, tapi tingkat kesukaan rendah," papar Toto.

Model calon yang seperti ini biasanya kecil kemungkinannya untuk terpilih. Kata Toto, masih lebih baik calon yang tingkat pengenalan rendah, tapi kesukaan tinggi, 70 persen ke atas. Calon yang seperti ini biasanya disebut “barang bagus” tapi belum dipasarkan dengan baik. Dan itulah yang terjadi dengan Buwas dan Ferry.

"Jika saja Buwas dan Ferry bisa mendongkrak pengenalannya hingga 70 persen dalam satu atau dua bulan ke depan, keduanya potensial menembus angka elektabilitas 25 sampai 30 persen," kata Toto lagi."Apalagi, jika pengenalannya tembus di angka 90 persen, bisa jadi elektabilitasnya sekitar 40 persen ke atas," tutup Toto. (jaa)

Editor : Muhammad Izzul Mutho
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%