PPP Optimistis Masuk 3 Besar Parpol Pemilu 2019

Kamis, 07 Desember 2017 | 18:07
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : istimewa

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy optimistis PPP masih memiliki sisa-sisa kejayaan.

Bahkan, bila semua kader mau bekerja keras bekerja cerdas dan bekerja ikhlas, maka PPP akan masuk sebagai tiga besar partai politik pemenang Pemilu 2019.

"Sebab, tidak ada satupun parpol yang berkelebihan uang. Kalapun dalam parpol tersebut ada satu dua orang kader diberi rejeki lebih, itu wajar saja," kata Ketua Romy kepada Indopos di Jakarta, Kamis (7/12)

Karena itu, dia mengajak seluruh kader nPPP untuk mulai berkampanye dengan biaya murah dengan menggunakan media sosial. Selain lebih murah, sangat banyak penduduk Indonesia sudah menggunakan berbagai telepon pintar.

"Jadi, kader PPP jangan gunakan alat cangih hanya untuk menelpon dan mengirim pesan pendek saja. Untuk apa kader memiliki telepon genggam canggih, kalau tidak bisa menggunakannya," ujar Romi.

Menurutnya, bekerja keras saja tidak akan cukup untuk memenangkan pemilu. Sebab, semua parpol juga pasti bekerja keras.

"Penggunaan medsos sangat efektif karena saat ini rakyat sudah jarang menonton televisi, melainkan telepon pintarnya. Sehingga, kader dapat memanfaatkan kecanggihannya untuk memenangkan pemilu," tandasnya.

Selain itu, sebagai parpol Islam, sudah sepantasnya PPP selalu mengutamakan kaum yang lemah dan terpinggirkan. Sehingga, sangat tidak pantas bila ada kader PPP yang bergabung dengan partai untuk mencari kekayaan.

"Dibutuhkan keikhlasan untuk membesarkan partai. Antara lain, ikhlas membiayai kebutuhan partai. Jika ini semua dijalankan, maka saya yakin PPP akan masuk sebagai tiga besar pemenang pemilu," tukasnya.

Dalam kesempatan itu dia juga mengingatkan kelompok orang yang menginginkan berdirinya khilafah Islamiyah di Indonesia. Demikian pula sekelompok orang yang menginginkan seluruh dunia berada dalam satu kekhalifahan.

"Segeralah berdamai dengan realitas. Sebab, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk membentuk negara Islam," tukasnya. (jaa)

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%